Tampilkan postingan dengan label Alat Pemanas Bertenaga Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alat Pemanas Bertenaga Listrik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Agustus 2020

Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik Rumah Tangga: KOMPOR LISTRIK

Kompor Listrik

 A. Penjelasan Mengenai Kompor Listrik

Kompor listrik adalah sebuah peralatan bertenaga listrik yang berfungsi memanaskan sesuatu atau memasak makanan dengan sumber tenaga listrik. Kompor listrik pertama kali ditemukan oleh David Curle Smith. Kompor listrik merupakan jenis peralatan rumah tangga tergolong berdaya sedang. Kompor listrik ini membutuhkan daya listrik minimal 1000 Watt.

Kompor listrik memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan kompor listrik yaitu hemat energi, praktis dan aman, dilengkapi dengan fitur modern, suhu mudah diatur dengan tepat, panas lebih merata dan efisien, mudah dibersihkan, mudah dibawa, serta lebih ramah lingkungan. Adapun beberapa kekurangan kompor listrik, yaitu sebagai berikut:

1) Kompor listrik hanya memiliki bsumber daya yang berasal dari listrik sehingga tidak bisa digunakan saat ada pemadaman listrik.

2) Kompor ini umumnya memiliki permukaan yang datar sehingga cukup menyulitkan jika digunakan pada peralatan memasak yang tidak datar.

3) Daya listrik yang dibutuhkan cenderung sangat besar yakni 400 hingga 1000 Watt. Jika menggunakan daya yang kecil maka proses memasak lebih lama.

4) Pada umumnya, kompor listrik sudah dilengkapi dengan controller chip sehingga kompor tidak bisa bekerja pada peralatan yang tidak terbuat dari stainless steel.

5) Kompor listrik sangat rentan terhadap resiko kesetrum, apalagi jika ada komponennya yang konslet.

Agar anda dapat memahami kompor listrik lebih mendalam, berikut akan dijelaskan mengenai jenis-jenis kompor listrik dan komponen kompor listrik. Selain itu, akan dijelaskan juga tentang prinsip kerja kompor listrik.

1. Jenis-jenis Kompor Listrik

Pada umumnya kompor listrik dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut:

a) Kompor Listrik biasa

Kompor listrik biasa memiliki elemen pemanas yang terdapat di bagian dalam kepala kompor. Kompor listrik biasa pada umumnya menggunakan resistor yang berukuran besar.

Kompor Listrik Biasa


b) Kompor Listrik Hot Plate

Kompor listrik hot plate ini memiliki kepala kompor berupa piring panas sebagai tempat untuk meletakkan elemen pemanas kompor. Elemen pemanas yang terdapat dalam kompor  hot plate ini tertutup dan dipasang melekat di bagian bawah piring panasnya.

Kompor Listrik Piringan (Hot Plate)


c) Kompor Listrik Radiasi

Kompor listrik radiasi merupakan jenis kompor listrik yang menggunakan Tungsten sebagai bahan elemen pemanasnya. Pada saat kompor jenis ini beroperasi, lemen pemanasnya akan mengeluarkan bara api. Radiasi yang berasal dari bara api inilah yang bekerja memanaskan masakan.

Kompor Listrik Radiasi


d) Kompor Listrik induksi

Kompor listrik induksi memiliki prinsip kerja yang berbeda dengan kompor listrik biasa. Kompor listrik induksi menggunakan prinsip pemanasan dengan menggunakan bahan yang memiliki tahanan jenis yang sangat tinggi. Adapun cara kerja dari kompor ini, yaitu apabila dialiri listrik, di sekelilingnya akan terbentuk garis daya magnet.

Kompor Listrik Induksi


2. Komponen Kompor Listrik

Kompor listrik terdiri dari atas beberapa komponen utama yang harus diperhatikan yaitu rumah/body kompor,  elemen pemanas listrik, sekring, sistem pengaturan waktu dan pengatur suhu (Thermostat).

a) Rumah/Body Kompor Listrik

Ini terdiri dari sebuah kotak, panel kontrol dan pintu 3, semuanya terbuat dari baja tipis.

b) Elemen Pemanas Listrik

Ada dua jenis elemen pemanas kompor dan elemen pemanas kompor. Elemen pemanas kompor dipasang di atas meja kompor untuk memanaskan semua jenis pot. Bentuk khasnya adalah elemen pemanas listrik berbentuk tabung logam yang dibengkokkan ke bentuk cakram, dan daya dapat disesuaikan atau diperbaiki. Elemen pemanas kompor dipasang di dalam kompor untuk memanggang makanan. Ini biasanya terdiri dari elemen baking atas dan elemen baking yang lebih rendah, dan biasanya jenis tabung logam.

c) Sekring

Kompor listrik menggunakan serangkaian sekring untuk melindungi elemen pemanas. Sekring pada kompor listrik umumnya terletak didalam kotak sekring tertutup di belakang rakitan kompor. Sekring berfungsi untuk mencegah gelombang mencapai elemen pemanas. Sekring ini dapat meledak jika terlalu banyak aliran listrik yang melalui elemen pemanas.

d) Pengaturan waktu

Kompor listrik biasanya dilengkapi dengan komponen berupa timer digital atau mekanik untuk memastikan bahwa makanan akan masak sesuai waktu yang telah ditentukan. Beberapa kompor listrik juga dilengkapi timer otomatis untuk mengatur lamanya memasak agar hidup atau mati pada waktu yang ditentukan. Penghitung waktu lainnya hanya berbunyi atau berbunyi BIP saat mencapai waktu yang di inginkan, memberi pengingat kepada pengguna bahwa sudah waktunya untuk memeriksa makanan atau menambah bahan.

e) Pengatur Suhu (Thermostat)

Thermostat kompor listrik adalah salat sederhana yang memonitor suhu di dalam kompor dan melepaskan atau mengaktifkan elemen pemanas sesuai yang dibutuhkan. Thermostat terhubung ke kenop kontrol dan juga dapat menyediakan pembacaan digital dari suhu yang diinginkan atau mengaktifkan lampu ketika kompor dinyalakan dan mengubah suhu ke tingkat yang diinginkan.


3. Prinsip Kerja Kompor Listrik

Jika kawat konduktor { resistor/tahanan } pada elemen dialiri arus listrik maka akan melepaskan panas dan disekelilingnya akan terbentuk garis gaya magnet. Jika kawat konduktor dibentuk kumparan dan didekatnya di letakkan material logam, maka logam tersebut akan menerima garis gaya magnet dan panas.

Panas yang dihasilkan dari tanahan kompor listrik adalah energi listrik yang bisa dituliskan dengan persamaan 2 dan daya listrik  dituliskan dengan persamaan 1 berikut ini :

P = I².R…………………………………………..{1}

U = I².R.t…………………………………………{2}


P = Daya listrik { Watt }.

U = Energi listrik { Wh, kWh atau joule }.

I = Arus listrik { A }.

R = Tahanan { Ohm }.

T = Waktu { detik, jam { Hour }.

Prinsip Kerja Kompor Listrik


Kompor akan bekerja sesuai dengan nominal daya yang tertulis pada pelat nama kompor. Daya kompor menunjukan kapasitas dari kompor listrik, semakin besar dayanya akan semakin besar pula kapasitas untuk memasaknya dan waktu pemanasannya juga akan lebih cepat.


B. Perawatan Kompor Listrik

Perawatan kompor listrik pada dasarnya terdiri atas prosedur penggunaan dan membersihkan komponennya dari kotoran. Kedua hal tersebut harus dilakukan dengan benar sehingga perawatan kompor menjadi efektif. Prosedur penggunaan penting diketahui mengingat kompor listrik ini berbeda berbeda dengan kompor konvensional. Kompor listrik memiliki lempengan logam yang berfungsi sebagai Medan magnet untuk meletakkan peralatan memasak. Medan magnet tersebut akan langsung bereaksi menghantarkan panas apabila didekatkan dengan peralatan yang berbahan besi.

1) Prosedur Penggunaan

Adapun prosedur penggunaan kompor listrik yang benar, yaitu sebagai berikut. 

a) Gunakan peralatan memasak dengan bahan yang tepat, yaitu bahan yang terbuat dari besi atau stainless steel.

b) Nyalakan kompor listrik berdasarkan buku petunjuk pada kompor tersebut. Hal ini dikarenakan terdapat macam-macam metode dalam menyalakan kompor listrik seperti cara diputar maupun ditekan.

c) Letakan peralatan memasak pada lempengan kompor listrik.

d) Pengguna harus mengetahui ukuran waktu lamanya memasak dengan benar sehingga dapat memaksimalkan kinerja kompor listrik.

2) Membersihkan Kompor Listrik

Pada umumnya, permukaan kompor listrik dibuat dari bahan kaca atau keramik. Permukaan tersebut harus dibersihkan secara rutin agar kondisinya baik. Adapun langkah membersihkan Kompor Listrik, yaitu sebagai berikut:

a) Sebelum membersihkan Kompor Listrik, pastikan bahwa kompor listrik sudah berada dalam keadaan dingin. Setelah itu, bersihkan permukaan kompor (cook top) dengan mengoleskan cairan pembersih yang biasa digunakan untuk membersihkan keramik beberapa tetes saja. Pakailah kain bersih untuk mengusapnya sampai bersih.

b) Apabila kompor listrik tersebut menggunakan bahan kaca, gunakanlah pembersih khusu kaca. Semprotkanlah pembersih tersebut ke seluruh permukaan kemudian usaplah dengan menggunakan kain atau tisu.

c) Apabila terdapat noda dan kerak pada kompor, bersihkan dengan pembersih keramik. Teteskan pada bagian yang terkena noda lalu gunakanlah untuk membersihkannya. Lakukan secara berulang hingga noda tersebut hilang.

d) Apabila noda pada kompor listrik menumpuk dan tebal, kita dapat menggunakan bakat untuk mengikis noda tersebut dengan scraper. Penggunaan scraper harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terdapat goresan di permukaan kompor (cook top).


C. Diagnosis Kerusakan pada Kompor Listrik

Berikut kerusakan yang dapat dilakukan pada Kerusakan kompor listrik.

a. Elemen Panasnya Tidak Tetap

Penyebab elemen pemanas tidak tetap, yaitu sebagai berikut:

• Sambungan kabel ada yang kendor

• Sakelar motor kontrol rusak

• Motor kontrol rusak

b. Elemen Pemanas sangat Tinggi

Adapun penyebab elemen pemanas sangat tinggi yakni elemen pemanas dihubungkan dengan tegangan yang lebih tinggi.

c. Elemen Tidak Panas

Penyebabnya elemen tidak panas yaitu sebagai berikut:

• Hubungan pengontrol motor rusak

• Motor pengontrol rusak

d. Elemen Panas dalam Keadaan Sakelar Terbuka

Beberapa penyebab elemen pemanas dalam keadaan saklar terbuka adalah sebagai berikut:

• Salah sambungan

• Motor rusak

• Pemgentrol motor manual rusak

e. Salah Satu Elemen tidak Panas

Berikut beberapa penyebab salah satu elemen tidak panas:

• Kabel-kabel ke sakelar kendur

• Kabel-kabel ke elemen kendur

• Sakelar rusak

• Elemen rusak

• Tegangan listrik rendah

• Penyetelan sakelar rusak

• Motor pengontrol rusak


Berikut beberapa masalah yang sering terjadi kerusakan pada kompor listrik. (English version)


D. Perbaikan Kompor Listrik

Guna melakukan perbaikan kompor listrik perlu disiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan. Adapaun peralatan dan bahan yang dapat digunakan yaitu:

• Obeng plus atau obeng positif

• Obeng minus

• Solder

• Penyedot timah

• Timah

Adapaun langkah-langkah bdalam melakukan perbaikan kompor listrik, yaitu sebagai berikut:

a. Bukalah kompor dengan melepas baut yang terdapat pada body kompor.

b. Periksalah jalur kabel penyuplai listrik pada kompor tersebut. Pastikan tidak terdapat lecet dan hangus yang dapat mengakibatkan korsleting pada listrik.

c. Periksalah bagian fuse atau sekrring. Pastikan sekring tersebut dalam keadaan baik. Cara yang dilakukan yaitu dengan mengujinya.

d. Periksalah pada bagian diaode besar yang berkaki empat. Apabila mengalami kerusakan, gantilah diode tersebut.

e. Periksalah semua komponen resistorvyang terdapat pada kompor listrik tersebut, pastikan btidak terdapat kompor yang rusak atau terbakar.

f. Periksalah transistor buang terdapat pada sisi sebelah diode besar tersebut. Apabila terjadi korsleting pada semua bagian kakinya, gantilah komponen resistor tersebut dengan yang baru. Setelah melakukan penggantian, inilah dengan menyalakan kompor listrik tersebut. Apabila langsung menyala, berarti perbaikan telah berhasil dilakukan.


Perbaikan kompor listrik induksi



Selasa, 04 Agustus 2020

Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik Rumah Tangga: Pemanggang Roti

Pemanggang Roti

Pemanggang roti adalah sebuah peralatan listrik rumah tangga yang digunakan untuk memanggang roti yang telah diiris-iris berbentuk lempengan, Panas yang dihasilkan dengan menggunakan elemen pemanas dari kawat nikelin pipih yang dililitkan pada lempengan bahan tahan panas, seperti asbes atau mika. Roti yang telah iris dimasukkan de dalam rongga yang tersedia, dipanaskan atau dipanggang salah satu jenis pemanggang roti (Bread Toaster) yang banyak dipakai pada rumah tangga. Contoh pemanggang roti bisa dilihat pada gambar di bawah ini :
 
Salah satu jenis Pemanggang Roti

Adapun Konstruksi dari pemanggang roti yang biasa digunakan pada rumah tangga. Pemanggang roti yang banyak digunakan pada rumah tangga memiliki konstruksi yang terdiri dari bagian-bagian seperti di bawah ini :
1. Rumah pelindung
2. Elemen pemanas
3. Dudukan roti
4. Pengatur panas dan timer
5. Perlengkapan mekanik lainnya

Di bawah ini adalah gambar dari konstruksi pemanggang roti :
Konstruksi pemanggang roti (toaster)

1. Rumah Pelindung
Rumah pelindung dari pemanggang roti tersebut terbuat dari bahan pelat yang dilapisi chrom atau dicat tahan panas, agar tidak mudah korosi atau berkarat. Untuk mengetahui lebih jelas bentuk dari rumah pelindung ini dapat dilihat seperti gambar di bawah ini :
Rumah Pelindung Toaster

2. Elemen Pemanas
Elemen pemanas pada umumnya terdiri dari tiga bagian yang dihubungkan jajar atau paralel dan ditempatkan sedemikian rupa berjajar, sehingga bisa membentuk dua rongga diantaranya. Elemen pemanas ini dibuat dari bahan pemanas yaitu kawat nikelin bulat atau pipih yang dililitkan pada lempengan mika atau asbes. Seperti pada gambar di bawah ini menunjukkan bentuk dari elemen pemanas dan kawat kisi-kisi yang memisahkan roti dengan elemen pemanas dengan jarak tertentu agar roti tidak menempel pada elemen pemanas.
Elemen Pemanas Toaster

3. Dudukan Roti
Pada dudukan roti di design sedemikian rupa, sehingga dapat dinaikkan atau diturunkan. Menurunnya dilakukan dengan cara ditekan atau secara manual, sedangkan gerakan naik kembalinya terjadi secara otomatis menurut panas dan lamanya waktu pemanggangan yang telah ditentukan atau diset. Gambar di bawah ini menunjukkan bagian dari dudukan roti.
Dudukan Roti

4. Pengatur Panas dan Timer
Peralatan pemanggang roti biasanya dilengkapi dengan pengatur panas, yaitu dengan bimetal atau pengatur lamanya waktu pemanggangan (timer). Untuk pengaturannya dilakukan dengan cara memutar tombol, dengan kedudukan light, medium dan dark atau dengan kedudukan 1, 2 dan 3. Bagian pengatur panas dengan bimetal ditunjukkan pada gambar berikut :
Pengatur panas

5. Perlengkapan Mekanik lainnya
Selain bagian-bagian yang telah disebutkan tadi, pemanggang roti juga dilengkapi dengan bagian-bagian mekanik diantaranya, yaitu seperti pengangkat roti ke atas apabila roti telah cukup panas atau waktu pemanggangannya. Komponen pemanggang roti dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Komponen Toaster lainnya

Merawat dan Memeriksa Pemanggang Roti

Pada umumnya pemanggang roti dikatakan dalam kondisi baik apabila :
a. Pada peralatan pemanggang roti tidak terdapat hubung singkat rangkaian kelistrikan dengan badannya. Halini dapat diperiksa menggunakam multimeteratau dengan lampu penguji.
b. Pada saat belum bekerja, antara elemen tidak terdapat hubungan, maka ukurlah dengan multimeter pada ujung-ujung kabel penghubung.
c. Bila tombol ditekan ke bawah, antara elemen akan terhubung dan bila kita ukur dengan multimeter akan menunjukkan nilai tahanan. Perlu diketahui untuk toaster kecil = 300 watt nilai tahanannya = 150 ohm.
d. Bila tombol dinaikkan hubungan elemen pemanas terputus dan bila diukur dengan multimeter jarum akan menunjuk nol.
Pemeriksaan Kebocoran Tegangan

Perbaikan Pemanggang Roti

Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada pemanggang roti biasanya disebabkan oleh:
a. Kotor yang disebabkan lemak dan sisa pembakaran. Untuk memperbaikinya dengan cara membersihkan bagian-bagian tertentu, yaitu pada terminalnya dibersihkan kontak dan sambungan, membersihkan kontak-kontak dengan amplas halus dan mengencangkan kembali baut pada sambungan.
b. Pemakaian yang salah bisa dilakukan, sehingga mengakibatkan :
1) Elemen pemanas putus, untuk mengetahui elemen pemans itu putus dapat diamati secara visual atau diukur dengan multimeter. Bila elemen putus bisa diganti dengan yang baru. 
2) Perlengkapan mekanik dari pemanggang roti rusak, perbaikan dengan cara dibuka sekrup bagian bawah dari rumah pemanggang roti tersebut, selanjutnya periksa bagian mekanik pengangkat roti dan pengatur panas atau bimetalnya. Perlu diperhatikan pada saat membuka pegas-pegas dan sambunngan mekaniknya.
3) Kabel penghubung
Kerusakan kabel penghubung biasanya terjadi karena kabel sering tertekuk. Kerusakan dapat dalam bentuk kabelnya putus atau isolasi kabelnya rusak. Apabila masih memungkinkan, pada bagian kabel yang rusak dipotong atau diisolasi. Tetapi kalau sudah terlalu pendek kabelnya sebaiknya diganti dengan yang baru. 

Susunan konstruksi pemanggang roti secara lengkap dapat kita lihat pada gambar dibawah ini:
Susunan Komponen Pemanggang Roti


Microwave oven

Microwave merupakan sebuah gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 1 milimeter sampai 1 meter dan berfrekuensi antara 300 mega hertz sampai 300 giga hertz. Sedang oven sendiri adalah sebuah peralatan dapur yang biasa digunakan untuk memasak atau memanaskan makanan. Jadi microwave oven adalah sebuah peralatan dapur yang menggunakan radiasi gelombang mikro untuk memasak atau memanasi makanan.

Microwave oven yang beredar dipasaran sangat banyak bentuknya. Tehnologi yang digunakan juga sudah semakin beragam. Berikut adalah gambar yang menunjukkan sebuah microwave oven dari komponen-komponen penyusun sebuah microwave oven yang biasa digunakan di rumah tangga untuk memasak.

1. Komponen-komponen Microwave Oven
Komonen-komponen yang terdapat di microwave oven, antara lain meliputi :
a. Magnetron
Komponen magnetron adalah bagian inti dari microwave oven, komponen ini akan mengubah dari energi listrik menjadi radiasi gelombang mikro. 
Megnetron

Di bagian megatron, elektron dipancarkan dari sebuah terminal central biasa disebut dengan katode. Kutub positif yang disebut dengan anoda mengelilingi katoda menarik elektron-elektron. Selama perjalan di garis lurus, magnet permanen memaksa elektron untuk bergerak dalam jalur melingkar. seiring elektron-elektron melewati resonansi didalam ruangan oven dan elektron-elektron tersebut menghasilkan gelombang medan magnet yang terus menerus.

b. Waveguide
Waveguide merupakan komponen yang didesain untuk mengarahkan gelombang, untuk setiap jenis gelombang waveguide yang digunakan tidaklah sama. Waveguide untuk gelombang mikro dapat dibangun dari bahan konduktor.
Waveguide Microwave (dilihat dari atas saat masih terpasang)

c. Microwave stirrer
Microwave stirrer merupakan komponen yang menyerupai baling-baling ini digunakan untuk menyebarkan gelombang mikro didalam microwave oven. 
Biasanya dikombinasikan dengan sebuah komponen seperti piringan yang dapat diputar pada bagian bawahnya. Kombinasi ini memungkinkan kecepatan tingkat kematangan yang merata saat memasak.
Microwave Stirrer

2. Prinsip Kerja dari Microwave Oven
Prinsip Kerja Microwave Oven

Cara kerja dari alat rumah tangga listrik, yaitu microwave oven dalam memanaskan sebuah objek adalah sebagai berikut :
a. Arus listrik bolak-balik dengan beda potensial rendah dan arus searah dengan beda potensial tinggi diubah dalam bentuk arus searah.
b. Magnetron menggunakan arus ini untuk menghasilkan gelombang mikro dengan frekuensi 2,.45 GHz
c. Gelombang mikro diarahkan oleh sebuah antena pada bagian atas magnetron kedalam seuah waveguide
d. Waveguide meneruskan gelombang mikro ke sebuah alat yang menyerupai kipas, yang disebut dengan stirrer. Dimana stirrer menyebarkan gelombang mikro didalam ruang oven.
e. Gelombang mikro ini kemudian dipantulkan oleh dinding dalam oven dan diserap oleh molekul-molekul makanan.
f. Tiap gelombang memiliki sebuah komponen positif dan negatif, molekul-molekul makanan didesak kedepan dan kebelakang selama 2 kali kecepatan frekuensi gelombang mikro (4,9 juta dalam setiap detik).

Gelombang mikro adalah hasil radiasi yang dapat ditransmisikan, dipantulkan atau diserap tergantung dari bahan yang berinteraksi dengannya. Microwave ovenmemanfaatkan 3 sifat dari gelombang mikro tersebut dalam proses memasak. 
Gelombang mikro dihasilkan oleh magnetron, gelombong tersebut ditransmisikan kedalam waveguide, lalu gelombang tersebut dipantulkan kedalam fan stirrer dan dinding dari ruangan didalam, kemudian gelombang tersebut diserap oleh makanan.

Microwave oven dapat membuat air berputar, putaran molekul air akan mendorong terjadinya tabrakan antar molekul, dimana akan membuat molekul-molekul tersebut memanas. Sebagian besar makanan mempunyai kadar air didalamnya dan apabila makanan tersebut mempunyai kadar air berarti efek yang sama akan terjadi apabila makanan tersebut dimasukkan kedalam microwave oven.

Selain perlu diingat bahwa molekul makanan yang lain akan menjadi panas karena ada kontak langsung antara molekul tersebut dengan molekul air yang memanas. Melalui perpindahan energi, panas disebabkan oleh pergerakkan molekul-molekul, yaitu dengan cara konduksi, konveksi dan radiasi.

4. Perawatan dari Microwave Oven
Microwave oven merupakan alat rumah tangga listrik yang biasa diletakkan di dapur yang hampir setiap hari digunakan baik untuk memasak atau untuk menghangatkan makanan. Oleh karena itu akan mudah sekali kotor dan berbau oleh sisa makanan yang tercecerbaik didalam onen atau didinding luar oven.
Untuk itu perlu adanya perawatan pada peralatan tersebut, berikut cara merawat microwave oven supaya tetap awet :
a. Hindarilah penggunaan wadah logam saat memanaskan makanan. Microwave terbaik dan logam sebenarnya tidak cocok, bisa dibilang sangat membahayakan apabila menggunakan wadah logam untuk memanaskan makanan dengan microwave, dimana hal ini bisa memicu percikan listrik. Kinerja microwave akan terganggu, karena itu akan jauh lebih baik menggunakan wadah berbahan kaca dan kaca juga lebih aman dari reaksi kimia. 
Microwave  tidak sama dengan oven, mungkin tidak masalah jika kita menggunakan wadah logam untuk memasak makanan dengan oven. Tapi dengan mikrowave akibatnya bisa cukup serius.
b. Selalu tutup rapat pintu microwave saat digunakan, karena microwave bekerja dengan menggunakan gelombang mikro. Jidi jika tidak ditutup rapat gelombang mikro ini bisa keluar dan membahayakan sekelilingnya lebih dari itu., gelombang tersebut bisa mengancam kesehatan kita.
c. Harus dibersihkan setiap kali digunakan, jangan lupa untuk membersihkan microwave. Microwave harus terjaga kebersihannya dan terhindar dari bau. Gangguan operasional yang diakibatkan karena adanya kotoran juga tidak akan dialami. Dan tidak perlu membersihkan khusus, cukup berbekal air jeruk lemon saja.

Awet tidaknya microwave sangat tergantung pada cara penggunaan dan perawatan yang kita lakukan., gunakan sesuai dengan petunjuk pemakaian. Jangan menggunakan microwave diluar fungsinya, dan memilih microwave juga harus dilakukan dengan cermat. Jika kita berniat untuk membali microwave baru atau berencana mengganti yang lama, untuk selalu memperhatikan kualitasnya.

5. Perbaikan dari Microwave Oven
Apabila terjadi kerusakan pada microwave, perlu sdanya perbaikan pada alat tersebut. Kerusakan biasa terjadi antara lain :
1. Fuse utama yang ukuran biasanya 6 ampere selalu putus., cara memperbaikinya dengan mengganti fuse utamanya
2. Tidak menghasilkan panas atau tidak mau panas

Rabu, 29 Juli 2020

Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik Rumah Tangga: PENANAK NASI LISTRIK (RICE COOKER)

Penanak Nasi Listrik (Rice Cooker)


Penanak Nasi Listrik

Penanak nasi atau rice cooker juga merupakan peralatan listrik yang paling banyak dipakai dirumah tangga. Penanak nasi atau rice cooker ini bekerjanya cukup lama, sehingga alat ini sering disebut dengan slow cooker. Peralatan ini memungkinkan digunakan pada rumah tangga, karena pemakaian dayanya dimulai dari 350 watt, 500 watt, 800 watt dan seterusnya. Bentuk dari alat penenak nasi listrik tersebut ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

1. Dilihat dari konstruksi
Rice cooker ini pada dasarnya terdiri dari beberapa bagian pokok :
a. Pan bagian dalamnya yang digunakan untuk menempatkan beras yang akan ditanak terbuat dari logam atau aluminium yang dilapisi dengan bahan anti lengket.

b. Elemen pemanas.
Letak elemen pemanas pada rice cooker tertentu dililitkan pada bagian samping pan bagian dalam. Untuk jenis seperti ini apabila elemen rusak dapat diperbaiki. Tetapi pada kebanyakan rice cooker yang diperdagangkan sekarang elemen pemanasnya biasa ditempatkan dalam bagian atau pipa yang solid atau permanen, sehingga apabila rusak sukar untuk diperbaiki.

c. Rumah bagian luar (out case), merupakan pelindung dari pan bagian dalam dan elemen. Pada bagian ini biasanya terdapat sakelar dan terminal untuk kabel tenaga (power). Sakelar umumnya mempunyai 2 kedudukan yaitu kedudukan cooking dan warm.

d. Kabel tenaga atau sumber (power)
Kabel tenaga (power) ini biasanya terdiri dari tusuk kontak untuk kesumber listrik dan kontra steker untuk keterminal pada peralatan. Apabila peralatan tidak dipakai kabel dapat dilepas dan disimpan terpisah, agar tidak cepat rusak.

e. Tutup rice cooker
Kebanyakan rice cooker mempunyai dua buah tutup yaitu satu tutup untuk pan bagian dalam dan yang satunya tutup pada bagian atas yang dilengkapai dengan klem.
Gambar dibawah ini adalah bagian-bagian dari rice cooker secara lengkap :
Bagian Rice Cooker


2. Perawatan untuk Rice Cooker
Pada umumnya perawatan pada rice cooker relatif ringan, dimana perawatan biasa dilakukan terhadap fisik, kelistrikan dan sedikit bagian mekanik. Perawatan terhadap fisik peralatan yaitu dalam bentuk pembersihan bagian-bagian peralatan seperti pan bagian dalam dan rumah bagian luar. Untuk membersihkan bagiandalam cuup dengan air dan sabun atau vim. Sedangkan untuk membersihkan bagian luarnya agar tidak mudah berkarat harus selalu keringdan bila mungkin diberi bahan anti karat atau bila catnya sudah rusak dilakukan pengecatan kembali.

Pada pemeliharaan kelistrikannya antara lain harus dijaga kabel tenaga (power) tidak sering tertekuk dan perhatikan sakelar, apabila nasi telah masak pastikan bahwa sakelar dalam posisi off atau warm. Setiap kali akan menggunakan yakinkan bahwa tidak ada benda lain yang berada dibagian dalam antara pan dengan bagian dasar rice cooker yang dapat mengganggu proses menanak nasi.

3. Perbaikan pada Rice Cooker
Bagian –bagian yang memungkinkan terjadi kerusakan pada rice cooker antara lain adalah :
a. Kabel tenaga (power), putus atau isoolasi terkupas. Cara memperbaikinya bila memungkinkan diperbaiki atau diisolasi pada bagian yang rusak, tapi kalau kabel sudah cukup tua dn pendek sebaiknya diganti dengan yang baru.

b. Sakelar, yng kerusakkannya pada bagian mekanik seperti pegas dan kotak kontaknya. Karena model sakelarnya tidak umum dijual dipasaran bila rusak memerlukan perbaikan dan dimodifikasi.

c. Elemen pemanas, kerusakan pada elemen pemanas biasanya disebabkan oleh kesalahan tegangan, dimana biasanya dipakai untuk tegangan 110 volt kemudian dipakai pada tegangan 220 volt. Penyebab lainnya adalah karena kurangnya pemeliharaan, sehingga pelindung elemen rusak dan elemennya putus atau terhubung singkat dengan badan.Untuk merk tertentu elemen pemanas ini ada dijual satu sat, tetapi kebanyakan merk kerusakkan elemen susah diperbaiki.

d. Pengatur panas, alat ini dilengkapi dengan pengatur atau pembatas panas dari bimetal, kerusakkan pada bimetal dapat menyebabkan rice cooker tidak panas atau panas menjadi terlalu tinggi. Untuk itu bimetal perlu diperbaiki dan diset ulang atu diperbaiki.

Berikut salah satu perbaikan rice cooker.



Selasa, 28 Juli 2020

Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik Rumah Tangga: DISPENSER

DISPENSER



Dispenser merupakan peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik untuk dapat memanaskan elemen pemanas dan menjalankan mesin pendinginnya. Beberapa dispenser ada yang menggunakan prinsip kerja dengan elemen pemanas dan mesin pendingin (kompresor). Dispenser atau biasa digunakan sebagai tempat minum merupakan salah satu peralatan listrik atau elektronik yang didalamnya terdapat heater sebagai komponen utamanya.

Heater pada dispenser berfungsi sebagai memanaskan air atau mendinginkan air. Heater ini umumnya mempunyai daya sekitar 200-300 watt. Heater dapat memanaskan air yang ada didalam dispenser, dispenser biasanya berisi 19 liter air yang ditempatkan pada sebuah galon air.

Dispenser biasanya digunakan untuk memasak air, selain untuk memanaskan air juga bisa untuk mendinginkan air, untuk mendinginkan air dispenser juga menggunakan mesin pendingin. Mesin pendingin air dinamakan kompesor pendingin.

Pada bagian atas didalam dispenser terdapat tabung yang terbuat dari stanles steel dan dibagian luar tabung dililitkan papi tembaga ukuran ¼ yang berfungsi sebagai pendingin air. Lilitan pipa di bagian luar tabung dapat disamakan dengan sebuah evaporator pada AC atu di lemari es.

Fungsi pada heater tersebut yaitu berguna untuk memanaskan air yang berada pada tabung, air akan mengalir atau keluar melalui kran berwarna merah untuk air panas dalam tabung yang menghasilkan suatu tekanan. Sedang air yang dingin keluar dari kran berwarna biru didasari oleh proses gravitasi.

1. Macam dan jenis dispenser
Dipasaran ada beberapa macam dan jenis dari dispenser, diantaranya adalah :
a. Dispenser biasa adalah dispenser yang biasanya tidak mempunyai elemen pemanas atau mesin pendingin. Biasanya dispenser ini digunakan untuk mengambil air dari galon saja.
b. Dispenser hot dan normal merupakan dispenser yang mempunyai elemen pemanas dan tidak mempunyai mesin pendingin. Biasanya dispenser ini hanya digunakan untuk memasak dan memanaskan air serta mengambil air biasa(tidak panas dan tidak dingin) dari dalam galon.
c. Dispenser hot dan extra hot, biasanya dispenser ini digunakan untuk memanaskan air serta mendidihkan air.
d. Dispenser hot dan cold, biasanya dispenser ini digunakan untuk memanaskan dan mendinginkan air. Jika akan memanaskan air, dispenser ini menggunakan prinsip kerja elemen pemanas (heater), dan jika ingin mendinginkan air dispenser biasa menggunakan prinsip kerja elemen pendingin (fan dan refrigan).

2. Komponen dalam pada dispenser
Pada dispenser komponen yang terdapat didalamnya ada bermacam-macam beserta fungsinya:
1. Sakelar On/Off, berfungsi untuk menyalakan dan mematikan dispenser
2. Thermostat 1 mempunyai fungsi untuk mengendalikan suhu air di dalam tangki air.
3. Thermostat 2 mempunyai fungsi untuk mengendalikan suhu air di dalam tangki air.
4. Saluran daya utama mempunyai fungsi menyalurkan daya dari sumber.
5. Elemen pemanas mempunyai fungsi memanaskan air 
6. Saluran air panas mempunyai fungsi sebagai tempat menyalurkan air ke dalam tabung pemanas dan red water tap
7. Saluran air normal mempunyai fungsi sebagai tempat menyalurkan air ke dalam tabung pendinginatau blue water tap
8. Pipa pembuangan mempunyai fungsi sebagai tempat pembuangan sisa air yang tidak terpakai.
Komponen dalam Dispenser

3. Komponen luar dari dispenser
Pada dispenser terdapat komponen-komponen pada bagian luarnya dan fungsinya yaitu
1. Anti spill, mempunyai fungsi tempat dudukan galon
2. Fuse mempunyai fungsi sebagai pengaman dan pemutus rangkaian arus
3. Tombol power switch adalah tombol untuk menyalakan dispenser
4. Power indicator adalah lampu indicator on
5. Hot indicator adalah lampu indicator hot
6. Extra hot indicator adalah lampu indikator extra hot
7. Tombol extra hot adalah tombol untuk extra hot
8. Blue water tp adalah tempat keluarnya air biasa
9. Red water tap adalah tempat keluarnya air panas
10. Drainage plug mempunyai fungsi sebagai tempat penampungan air yang berceceran atau tumpah.
Komponen Dalam Dispenser
Komponen Luar Dispenser

4. Prinsip kerja pada komponen dispenser
Pemakaian dispenser yang semakin banyak, baik galon atas atau galon bawah. Mungkin akan lebih baik bagi pengguna untuk mengerti komponen didalamnya beserta fungsi dan cara kerjanya dapat dengan mudah untuk merawat agar tidak cepat rusak dan awet. Dispenser sekarang ini mempunyai banyak model dan typehot-netral, hot-cool, galon diatas dan galon dibawah. Alat pendingin dari model refrigerator (mesin kompresor) atau dengan menggunakan elemen kerami (peltier).

a. Kran dispenser
Kran dispenser yang berfungsi untuk mengambil air panas, dingin atau netral. Apabila terjadi kebocoran pada kran dispenser ini mungkin akibat dari knop penutup kotor atau terjadi endapan kerak. Jika terjadi hal tersebut, maka sebaiknya kita jangan buru-buru untuk mengganti yang baru, karena dengan hanya membersihkan kerak keran bisa berfungsi kembali.

b. Heater (pemanas dispenser)
Heater atau biasanya kita menyebutnya pemanas dispenser berfungsi sebagai pemanas air di tabung, dimana ada 2 macam tipenya, antara lain :
1) Pemanas dijadikan satu dengan tabung pemanas.
2) Pemanas dengan bentuk melingkar diluar tabung pemanas.
Untuk mengecek heater cukup dengan menggunakan multimeter atau bisa dihubungkan secara langsung ke arus listrik 220 volt, dalam hitungan detik heater yang kondisinya masih baik akan terasa panas atau hangat.
Pada heater yang dijadikan satu dengan dengan tabung harus terisi air ketika mencoba memberi arus listrik, apabila tidak terisi air berarti heater akan rusak.

c. Bimetal dispenser (thermodis)
Bimetal dispenser merupakan komponen dari dispenser yang memiliki peran besar dalam proses pemanasan air pada tabung pemanas. Alat ini berfungsi sebagai pemutus on/off secara otomatis berdasarkan suhu ke heater, bila suhu air didalam tabung pemanas sudah tercapai dan bekerja kembali untuk menyambung aliran listrik ke heater saat suhu air dalam tabung pemanas turun. Bimetal atau termodis memiliki banyak ukuran untuk memutus arus, ukuran yang biasa digunakan pada dispenser adalah memakai 85˚ celcius untuk memutus arus listrik, jadi gunakan air yang benar-benar layak untuk galon dispenser agar terhindar dari bakteri.
Bimetal dispenser (thermodis) letaknya menempel ditabung agar panas tabung terdeteksi oleh thermodis. Apabila terjadi kerusakan thermodis, maka tidak dapat memutus arus ke heater, sehingga air dari tabung mendidih hebat dan terjasi dorongan air mendidih keluar serta menyebabkan kebocoran atau galon air terasa ikut panas.

d. Elemen keramik (peltier)
Peltier atau bisa disebut dengan elemen keramik, karena elemen yang dibalut dengan keramik pada sisi luarnya. Peltier merupakan modul thermo-electric, pada umumnya dibungkus oleh keramik tipis yang berisikan batang-batang bismuth telluride didalamnya. Saat tersambung tegangan 12 volt salah satu sisi akan menjadi panas dan sisi lainnya akan menjadi dingin dalam beberapa saat, apabila panas peltier tidak terbuang,maka bagian sisi yang dingin akan menjadi ikut panas. Jadi untuk type dispenser yang menggunakan peltier sebagai pendingin bukan menggunakan mesin kompresor dan bila terjadi kerusakan pada motor kipas atau kipas terlalu kotor, maka proses pendinginan tidak maksimal bahkan air jadi seperti hangat atau panas.
Peltier Dispenser

Apabila dialiri listrik satu sisi dari keramik ini bisa bersuhu dingin yang menempel di tank pendingin dan bekerja untuk mendinginkan tank pendingin satu sisi panas. Fungsinya untuk membuang panas air yang ada pada tank pendingin yang ditempelkan ke sirip aluminium sebagai penghantar panas, setelah itu dibuang dengan bantuan kipas. 
 
Tank Pendingin

Elemen keramik ini awalnya banyak digunakan untuk mendinginkan prosesor komputer, sehingga permormanya selalu optimal. Namun seiring perkembangan jaman, alat ini bisa diaplikasikan untuk pendingin dispenser dan membuat kulkas MINI USB. Apabila diberi harus yang optimal sisi dingin dari elemen keramik ini bisa mencapai suhu yang mendekati beku. Untuk mengecek kondisi elemen keramik ini baik atau tidak rusak dengan menggunakan batu baterai remote 1,2 volt sudah cukuo untuk membuat sisi dingin adan sisi lain panas.

e. Kipas dispenser
Kipas dispenser yang terletak disebelah belakang dispenser mempunyai fungsi membantu membuang panas dari sisi elemen keramik (peltier) agar lebih optimal. Membersihkan kipas secara berkala dari kotoran debu yang menempel agar bisa lebih maksimal untuk membuang panas dari peltier, hasil pendinginannya juga jadi maksimal.
Kipas Dispenser

f. Mesin kompresor
Peralatan ini mempunyai fungsi untuk memompa gas freon untuk sirkulasi pendinginan seperti yang ada pada kulkas. Gas dipompa dengan panas dan tekanan tinggi dipipa kondesor dan mengembun, setelah itu disaring dari berbagai kotoran sebelum masuk ke pipa agar tidak buntu. Gas freon yang mengembun dan mencair masuk ke pipa kapiler, selanjutnya ke pipa evaporator yang melilit dipinggir wadah air pendinginan menguap dengan membawa kalor menuju mesin kompresor. Hal seperti ini terjadi terus menerus sampai suhu menurun sesuai yang diinginkan dan bila suhu tercapai, sehingga thermostat memutuskan arus ke mesin kompresor ini.
Kompresor Dispenser

g. Thermostat (pengatur suhu)
Peralatan ini berfungsi sebagai pemutus dan penyambung arus listrik ke mesin kompresor (on/off) berdasarkan suhu dingin.
 
Thermostat 

h. Pompa air dispenser galon bawah
Pompa air dispenser galon bawah merupakan alat yang berfungsi untuk memompa air dari galon bawah ke penampungan atas, pompa galon ini bekerja bila dialiri listrik DC 12 volt. Ada juga dispenser yang memakai pompaair layak pompa kompresor dengan cara memberikan tekanan udara dan air akan keluar keatas melalui selang. Hal seperti ini perlu perhatian khusus, tutup galon kurang rapat atau galon bocor bisa menyebabkan air tidak dapat naik ke penampungan atas.

Dispenser  galon bawah sering terjadi kerusakan tidak dapat memompa air ke penampungan atas, ini terjadi akibat dari beberapa faktor, yaitu :
1) Selang pompanya ada yang bocor atau lepas
2) Water level rusak

Untuk itu bisa dilakukan mengecek selang pompa air dengan mengganti yang baru apabila rusak. Mengganti water level dispenser dengan yang baru, karena fungsi air pengatur ketinggian air ini mengirim data ke modul program untuk menghidupkan dan mematikan motor pompa yang sulit untuk diperbaiki. Selain berfungsi untuk pengaturan ketinggian air yang berada di penampungan atas, water level dispenser ini juga mempunyai fungsi untuk mengetahui air dalam galon.
 
Water level
Dari berbagai macam model dispenser yang ada, kemungkinan dispenser galon bawah lebih tepat karena dalam pemasangan galon lebih mudah, tidak mengakibatkan tumpah dan memudahkan untuk semua orang dalam memasang galonnya.

5. Perawatan untuk dispenser agar awet
Seperti alat rumah tangga yang lainnya, dispenser membutuhkan perawatan agar dispenser ini dapat digunakan lebih lama dalam kondisi normal, aman dan nyaman. Perawatan sebaiknya dilakukan sesuai dengan petunjuk produsen dispenser yang kita miliki. Petunjuk perawatan yang dikeluarkan oleh produsen pada umumnya disertakan pada manual book atau brosur pada saat barang tersebut kita beli. Untuk membeli alat rumah tangga listrik disarankan yang bergaransi, serta mintalah manual book dan kartu garansi setiap membeli alat rumah tangga listrik, agar keamanan, kenyaman, dan keawetan alat tersebut dapat dipertanggung jawabkan.

Langkah-langkah perawatan dispenseryang harus kita lakukan adalah sebagai berikut :
a. Bacalah dengan seksama manual book pada dispenser sebelum kita gunakan.
b. Gunakan dispenser menurut anjuran dalam manual book tersebut.
c. Letakkan dan posisikan dispenser sedemikian rupa hingga dudukannya sejajar dengan lantai tidak boleh miring kekiri atau kekanan dan kedepan.
d. Letakkan atau posisikan dispenser sedemikian rupa sehingga sirkulasi udara yang mengintari lebih leluasa mengalami pertukaran kondisi. Letakkan badan dispenser paling dekat 10 cm dari dinding.
e. Letakkan dan posisikan dispenser sedemikian rupa hingga mudah dijangkkau penggunaan krannya. Posisikan kran air yang menyebabkan pengguna harus membungkuk saat menggunakannya kurang bagus, karena dapat menjadikan kran terbebani oleh momen berat badan, sehingga peluang kerusakan kran akan lebih besar.
f. Jangan menyalakan tombol on sakelar on-off dispenser sebelum bak air atau sebelum galon berisi air ditaruh diatas corong air dispenser hingga tabung pemanas air berisi penuh air. Menyalakan tombol on dispenser dalam keadaan tabung air kosong dapat menyebabkan tabung air terlampau panas dan mengakibatkan pipa plastik atau selang air yang dihubungkan kepadanya gepeng atau melumer dan tidak dapat dilalui aliran air dengan baik atau buntu.
g. Membersihkan dispenser paling baik setela 3 kali penggantian galon atau air cuci bersih bak air untuk dispenser yang menggunakan bak air. Sementara dispenser yang tidak menggunakan bak air cukup dengan membersihkan corong air dudukan galon. Perhatikan untuk menghindari tabung air dan rangkaian kelistrikan dari siraman air.

6. Perbaikan dispenser
Kerusakan dan cara perbaikan yang paling sering ditemukan pada dispenser antara lain, adalah :
a. Air menetes atau bocor
Air menetes atau bocor dapat diakibatkan oleh kerusakan pada kran air, pipa atau selang air. Kerusakan yang terjadi pada kran air pada umumnya terjadi pada bagian karet kedap airnya. Karet atau plastik kedap air kran yang cacat atau sudah kaku dan tidak elastis lagi menjadi penyebab menetesnya air keluar malalui celah karet kedap air tersebut.Jika karet kedap air tersebut yang rusak bisa diganti dengan sementara dengan karet ban dalam mobil yang dibuat persis seperti model karet kedap air kran. 
Selain masalah air menetes dapat juga disebabkan oleh pecah atau bocornya pipa atau selang air yang menghubungkan antara kran airdengan bak penampung air, tabung air panas atau corong penadah air. Masalah bocornya atau pecahnya selang air sangat susah diatasi, karena selang air yang digunakan pada dispenser adalah selang air selang air yang tahan panas. Sehingga untuk dapat mengatasinya memerlukan selang air pengganti yang mempunyai karakteristik tahan panas yang sama dengan selang air dispenser.
b. Air yang keluar dari kran air panas kondisi tidak panas
Masalah ini terjadi jika arus listrik yang harus mengalir melalui elemen pemanas terputus. Kerusakan atau kendala dapat diakibatkan oleh elemen pemanas yang terdapat di dalam tabung pemanas air rusak atau putus, bimetal peraba suhu putus, kbael-kabel rangkaian arus listrik, rangkaian daya ada yang putus, seperti kabel yang menghubungkan antara bimetal dan elemen, antara bimetal dan sakelar, dan kabel yang menghububngkan anatara sakelar dan sumber listrik.

Kerusakan pada elemen pemanas menyebabkan tabung air tidak terpanasi, sehingga air yang ada didalamnya juga tidak panas. Akibatnya air yang keluar dari kran air panas tidak panas. Peraba suhu atau bimetal yang putus menyebabkan lingkaran arus listrik dalam rangkaian daya juga terputus.

Arus listrik dalam rangkaian daya megalir dimulai dari sumber listrik –tusuk kontak – kabel listrik – sakelar 0n/off – elemen pemanas – lalu kembali lagi ke sumber listrik.

Jika salah satu komponen tersebut ada yang rusak dalam lingkaran arus tersebut dan tidak dapat melewatkan arus listrik, misal tusuk kontak, kabel listrik, sakelar, elemen pemanas atau peraba suhu, maka elemen pemanas tidak akan bekerja atau memanas. Akibatnya air yang ada didalam tabung air panas tidak akan menjadi panas.

Adapun langkah-langkah penanggulangannya yaitu sebagai berikut :
1) Memeriksa sumber listrik dengan menggunakan taspen atau volt meter untuk mengetahui ada tidaknya tegangan pada sumber listrik tersebut.

2) Apabila pada hasil pemeriksaan pada sumber listrik menunjukkan bahwa sumber listrik normal, maka lanjutkan pemeriksaan pada tusuk kontak.

3) Melakukan tes hubungan tusuk kontak dengan menggunakan ohm meter, apabila tusuk kontak yang digunakan tersambung tetap dengan kabel penghantar, maka tes hubungan tusuk kontak hanya dapat dilakukan dengan jalan menghubungkan salah satubprobe ohm meter pada salah satu terminal tusuk kontak dan probe ohm meter yang lain disambungkan pada salah satu ujung kabel penghantar. Dengan melakukan hal yang sama pada trminal tusuk kontak yang lain dan ujung penghantar yang lain. 

Apabila pengukuran menunjukkan pergerakan jarum ohm bergerak ke kanan dan menunjukkan angka nol, maka hubungan tusuk kontak dan penghantar bagus, berarti kerusakan bukan pada tusuk kontak dan kabel penghantar.

4) Melanjutkan pemeriksaan pada komponen lingkaran arus daya yang lainnya. Apabila jarum ohm meter tidak bergerak atau penunjukkannya tak terhingga, artinya tusuk kontak atau kabel penghantar putus didalam. Ganti tusuk kontak dan kabel penghantarnya. Sementara itu apabila tusuk kontak tidak terpasang paten atau dapat dipisahkan dengan kabel penghantar, maka pemeriksaan hubungan dapat dilakukan terpisah antara tusuk kontak dan kabel penghantar. Cara pemeriksaannya sama dengan pada tusuk kontak paten, demikian juga cara penanggulangannya.

5) Tes pada kondisi sakelar on/off dispenser dengan menggunakan ohm meter. Dengan cara melepas kabel penghantar arus dan salah satu terminal sakelar, kemudian letakkan posisi tuas sakelar pada posisi off, selanjutnya sambungkan probe ohm meter pada masing-masing terminal sakelar. Apabila sakelar masih bagus, maka jarum penunjuk alat ukur ohm meter harus bergerak ke kanan mencapai titik nol. Apabila tidak demikian, maka sakelar sudah kehilangan kontak atau rusak. Dan kerusakkan pada sakelar on/off dapat terjadi karena pengaruh mekanik, misalnya badan dan bodi sakelar menjadi gepeng, sehngga menyebabkan lidah-lidah kontak tidak dapat bergerak menuju pada posisi on atau off.

6) Melakukan pengetesan kondisi hubunganbimetal peraba suhu.Yang pertama, melakukan tes hubungan kotak kontaknya pada suhu normal dengan menggunakan ohm meter. Jika jarum ohm meter bergerak ke kanan menunjuk angka nol, maka bimetal dalam kondisi baik, tapi jika jarum ohm meter tidak bergerak ke kanan atau menunjuk angka tak terhingga, maka bimetal sudah rusak. Kondisi terakhir akan menyebabkanterputusnya lingkaran arus rangkaian daya dispenser dan menyebabkan elemen pemanas tidak berfungsi.

Yang kedua, melakukan tes hubungan kontak bimetal dalam keadaan dipanasi dengan menggunakan ohm meter dan solder sebagai sumber panas. Penunjukan ohm meter pada pemeriksaan dalam kondisi ini adalah jarum ohm meter pada pemerikasaan awal akan menunjuk angka nol (kondisi bimetal perabu suhu bagus), kemudian setelah mendapat pemanasan dari solder hingga suhunya meningkat pada suhu tertentu ohm meter akan kembali bergerak ke kiri hingga menunjuk angka tak terhingga.

Hasil dari pengukuran ini menunjukkan bahwa bimetal berfungsi meraba suhu tertentu atau masih kondisi bagus dan masih dapat digunakan terus. Apabila terjadi sebaliknya, berarti bimetal peraba suhu sudah rusak dan tidak dapat digunakan. Kerusakan kontak-kontak bimetal peraba suhu dapat menyebabkan terputusnya arus listrik dalam lingkaran arus rangkaian daya atau pemanasan air dalam tabung air tidak mampu mencapai suhu standar (90˚ celcius). Bimetal peraba suhu yang rusak tidak dpat diperbaiki, sehingga segeralah mengganti bimetal paraba suhu yang rusak dengan bimetal baru yang harus sama karaktristiknya dengan bimetal yang diganti.

Rabu, 22 Juli 2020

Perawatan dan Perbaikan Peralatan Listrik Rumah Tangga: SETRIKA LISTRIK

Seterika Listrik

Seterika listrik merupakan alat yang paling sering dipergunakan dalam kehidupan rumah tangga. Alat ini berfungsi untuk melicinkan atau menghaluskan pakaian agar lebih rapi jika dipakai. Untuk memudahkan dalam melicinkan pakaian tersebut diperlukan panas pada seterika tersebut, sehingga prinsip kerja pada seterika tersebut adalahperubahan dari tenaga listrik yang diubah menjadi tenaga panas.

1. Jenis-jenis dari seterikalistrik, antara lain :
a. Seterika listrik jinjing (portable)
b. Tanpa pengatur panas (otomatis)
c. Dengan uap air
d. Seterika listrik besar
e. Roll iron
f. Pres iron

2. Konstruksi bagian-bagian utama dari seterika listrik terdiri dari :
a. Elemen panass
b. Besi pengumpul panas
c. Besi pemberat
d. Tutup dan pemegang seterika
e. Terminal dan kabel penghubung
f. Pengatur panas (untuk seterika otomatis)
g. Pompa air (untuk seterika dengan uap air)
 
Gambar. Bagian – bagian seterika listrik
(Sumber: http//rumah-ilmu-pengetahuan.blogspot.com/2014/03/bagian-bagian-setrika-listrik-dan-cara.html)

Bagian utama pada seterika listrik adalah elemen pemanas, plat dasar alas, besi pemberat, tutup, pemegang, trminal dan kabel penghubung. Untuk sumber pemanas pada seterika listrik digunakan elemen pemanas di mana elemen pemanas ini dipasang nntara plat dasar dengan besi pemberat. Panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas ini secara konduksi (dihantarkan) kepada plat dasarnya yang terbuat dari logam yang segera akan menjadi panas pula seperti besi. Plat dasar yangterbuat dari logam tersebut, tahan karat atau dilapisi dengan bahan tahan karat, agar tidak merusakkan atau mengotori bahan yang diseterika nantinya. 
Untuk tutup seterika gunanya untuk melindungi bagian dalam seterika yang dialiri arus listrik terhadap sentuhan pemakaiannya dan juga berfungsi agar panas tidak menyebar langsung ke udara bebas. Sedangkan pemegang seterika biasanya dari bahan yang tidak mengalirkan arus listrik. Untuk itu bagian ini biasanya terbuat dari dari, ebonit atau karet.
Pada terminal biasanya berguna untuk menghubungkan rangkaian dalam seterika dengan sumber tegangan dari kotak kontak dinding, melalui kabel penghubung. Bberapa model seterika listrik yang menggunakan terminal yang merupakan tempat persambungan antara ujung kawat elemen yang disambung pada tusuk kontak (stiker) dengan kabel penghubung luar yang disambung pada tusuk kontak, sehingga pada saat tidak digunakan kabel penghubung dapat dilepas dan disimpan terpisah dari seterikanya.
Pada umunya seterika juga dilengkapi dengan pengatur suhu, pengaturnya dilakukan dengan sebuah cakra pilih. Apabila pilihan suhunya tepat , seterikanya tidak perlu ditekan pada waktu menyeterika, Alat pengatur suhu ini dihubungkan dengan sebuah termostat. Termostat adalah suatu alat yang dapat menghubungkan dan memutuskan lingkaran arus listrik secara otomatis bedasarkan perubahan suhunya.
Seterika listrik model yang lebih baru, tidak lagi dilengkapi dengan besi pemberat, dengan alasan bahwa objek/bahan yang diseterika sudah banyak bahan dari jenis sintesis dan lebih lembut.

Gambar. Seterika listrik dengan pengatur panas

3. Seterika listrik tanpa pengatur panas
Seterika listrik tanpa pengatur panas merupakan seterika listrik yang paling sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seterika ini biasa disebut seterika biasa. 
Bagian-bagian seterika listrik biasa ini dapat dilhat pada gambar dibawah ini :
Gambar. Seterika listrik tanpa pengatur panas

Apabila kontak tusuk dihubungkan ke terminal seterika tersebut lalu tusuk kontaknya dimasukkan ke lubang stop kontak yang terdapat pada umumnya pada dinding rumah atau suatu gedung sebagai sumber tegangan, maka elemen seterika tersebut akan dialiri arus listrik sehingga seterika berangsur-angsur menjadi panas. Artinya semakin lama elemen tersebut dialiri arus listrik, maka semakin panaslah seterika listrik tersebut sesuai dengan rumus : 

Qp = 0,24 . I² . R . t

Atau panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas tadi tergantung dari daya listrik yang terpakai dan seberapa lama waktunya. Sehingga selama arus listrik tetap mengalir melalui elemen pemanas terebut, maka selama itu juga seterika masih tetap pada keadaan panas atau menghasilkan panas. Oleh karena itu untuk menghindarkan panas yang berlebihan biasanya aliran arus listrik dari sumber tegangan diputuskan yaitu dengan cara menarik mtusuk kontak dari stop kontak tadi.

4. Seterika listrik memakai pengatur panas
Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa seterika listrik memakai pengatur panas lebih baik dan lebih terjamin dalam pemakaiannya, karena panas yang diperoleh menjadi lebih stabil, artinya panas yang kita inginkan dapat diatur sesuai dengan ketentuan yang tertera pada kemampuan bahan seterika listrik tersebut.
Pemutusan arus listrik dan penyambungannya seterika dengan pengatur panas tidak seperti pada seterika listrik tanpa pengatur panas, karena pada seterika ini pemutusan dan penyambungannya terhadap arus listrik secara otomatis,menurut pengaturan suhu yang kita kehendaki tanpa harus dicabut tusuk kontaknya dari stop kontak yang berfungsi sebagai sumber tegangan. Di bawah ini adalah contoh salah satu dari bentuk termostat untuk seterika listrik.
 
Gambar. Termostat pada seterika listrik

5. Perawatan seterika listrik
Sebuah seterika listrik jika dipakai dengan baik dan tepat akan memberikan kepuasan dalam jangka yang panjang tanpa ada kerusakan, namun demikian perawatan juga sangat diperhatikan. Perawatan rutin pada seterika listrik relatif ringan, sesuai dengan fungsinya bagian yang perlu diperhatikan adalah alat seterika yang harus selalu terjaga kebersihannya. Biasanya jika selesai digunakan untuk menyeterika pakaian yang jenis kainnya mudah terbakar dan mengandung bahan sintesis, bulu-bulu kain terbakar dan arangnya menempel berupa kerak pada alas seterika.
Pembersihannya dilakukan dengan lap yang sudah dibasahi dengan bensin atau tinner. Apabila sudah terlampu keras dan tebaldibersihkan dengan pisau atau sekrap tipis. Bagian lain yang harus dirawat adalah kabel penghubung terminal dan tusuk kontaknya. Secara visual sebaiknya selalu diperiksa apakah isolasi kabel masih dalam kondisi baik, terminal hubung dari tusuk kontak apakah masih dalam kondisi baik.

6. Perbaikan seterika listrik
Sebuah seterika listrik apabila digunakan dengan tepat dan benar akan memberikan kepuasan dalam jangka waktu yang lama tanpa ada kerusakan. Namun demikian tentu masalah pemeliharaan perlu juga dilakukan. Kerusakan-kerusakan yang biasa terjadi seperti kerusakan kabel penghubungnya, tangkai pegangannya patah atau sirkit di dalamnya ada yang putus, kabel penghubung rusak.
Apabila seterika listrik disambungkan dengan sumber tegangan dan ternyata tidak mau panas, maka langkah pertama adalah kita periksa kabel penghubungnya. Pengetesan kabel dapat dilakukan dengan menggunakan multimeter yang batas ukurnya diposisikan pada OHM (dirangkaikan seperti gambar dibawah ini). Apabila jarum penunjuk pada multimeter tidak menunjuk ke angka nol, berarti kabel penghubung seterika listrik tersebut sudah terputus.
Gambar. Kabel sumber seterika diukur dengan multimeter
(Sumber: http://rudikamid.com/2016/12/cara-memperbaiki-seterika-listrik.html)

Tetapi, bila ternyata kabel penghubung tidak ada yang rusak atau tidak ada kesalahan, maka selanjutnya kita teliti plug pemanasnya. Buka plug pemanas (kontak tusuk) dengan melepas sekrup yang menyatukan kedua bagian plug tersebut, lalu periksa konduknya apakah ada yang terputus atau terbakar. Apabila kenyataannya isolasi sampai sekrup penjepitnya masih baik, maka tiap konduktornya kita bengkokkan agar dapat diketahui dengan pasti bahwa kawat tersebut tidak putus.
Pada umumnya kabel penghubung yang rusak bisa menyebabkan gangguan pada sebuah seterika listrik ini. Hal ini dapat kita amati dengan adanya bunga api yang terjadi pada kotak kontak atau pada plug pemanasnnya. Jika kabel penghubungnya yang rusak atau kawat penghantar dalam kabel tersebut sudah putus, maka kabel penghubung ini harus diganti. Sedangkan lengan-lengan yang patah biasanya tidak dapat direparasi dan harus diganti. Tapi lengan-lengan ini hanya dapat dipesan pada dealer seterika tersebut.

a. Seterika tidak dapat panas
Jika seterika listrik tidak kunjung panas sampai suhu kerjanya yang normal, maka kemungkinan akibat kerusakan ada pada kotak kontak atau hubungan antara kotak kontak dengan plug tidak baik atau tegangan listrik yang diberikan tidak cukup.
Pada tegangan listrik yang tidak cukup atau tidak sesuai dengan yang tercantum pada name plat peralatan tersebut dapat dipergunakan volt meter atau multimeter yang batas ukurnya pada posisi ACV sebagai pengukurnya. 
Contoh sebagia berikut : pada name plat tercantum 220V AC, 300 Watt, berarti tegangan kerja seterika listrik tersebutadalah 220 Volt AC dan daya maksimum sebesar 300 Watt, dan tahan elemen pemanasnya sebesar 161 ohm. Sehingga sudah jelas bahwa dengan kekurangantegangan kerja dari peralatan tersebut menyebabkan panas seterika tersebut kurang dari yang diinginkan. Ingat 
Rumus :
P = E² : R dan Qp = 0,24 E²t : R

Kadang kegagalan panas itu bisa disebabkan oleh ausnya elemen pemana atau karena terbukanya sambungan di dalam seterika tersebut. Elemen pemanas di test tanpa beban dengan rangkaian paralel muti meter pada posisi OHM. 

b. Perbaikan seterika otomatis
Pada umumnya kita sudah mengetahui bahwa bagian dari seterika listrik dengan pemanas adalah termostat dan sejumlah alat pengatur panas yang lain. Untuk memeriksa sirkit termostat dan elemen pemanas dari seterika ini, yang pertama kita atur tombol pengatur panasnya pada kedudukan tertentu. Setelah itu kita hubungkan test lead dari ohm meter pada terminalnya sebelum dihubungkan dengan sumber tegangan. Apabila jarum penunjuk tidak bergerak, bongkarlah seterika tersebut. Kendorkan sekrup pengukur pada porosnya lalu lepaskan sekrup tersebutserta bagiannya. Pada bawah bingkai bawahnya biasa dijumpai dua buah sekrup kemudian kita lepas. Perhatikan dengan benar kedudukan yang tepat dari poros pengatur panas agar tidak mengubah registrasi panas untuk kain yang berlainan pada waktu pemasangannya kembali nanti seterika tersebut. Tutup atas dari seterika ini kemudian kita buka, sehingga termostat dan bagian dalamnya terlihat semuanya. Termostat dengan sambungan-sambungannya termasuk bilahnya yang dihubungkan seri dengan elemen pemanas ditempatkan dibagian tengahnya.
Untuk menentukan apakah elemen pemanas atau termostat dalam keadaan rusak, maka kita buat jumper yang paralel/shunt dengan termostat,lalu kita letakkan test lead dari ohm meter pada terminal elemen pemanas. 
Apabila ternyata dalam hal ini jarum penunjuk meter bergerak, berarti termostat tidak rusak, sedangkan jika jarum penunjuk meter tidak bergerak berati elemen pemanasnya yang rusak. Dengan demikian kita telah mengetahui kerusakannya dan kita hanya mengganti jika termostat tersebut tidak dpat digunakan lagi, meskipun sudah dibersihkan dan meluruskan kontak-kontaknya, demikian dengan elemen pemanasnya jika sudah rusak harus diganti dengan elemen pemanas yang baru.

Bila ingin mengetahuinya bisa tonton ini